Selasa, 30 April 2013

Kisah Cinta Tanpa Syarat






¤¤¤|* MenCinta Tanpa Syarat *|¤¤¤




Kehidupan memberikan banyak sekali pelajaran pada manusia

Berbagai kisah disajikan dari manusia dan untuk manusia itu sendiri


Kisah inspirasi hati menjadi salah satu kisah yang selalu tersaji dengan menarik

Memberikan sebuah pelajaran untuk hati agar lebih memahami arti kehidupan


Kisah inspirasi hati dapat membuat kita menangis ataupun tersenyum


Apa arti kesetiaan bagi Anda?

Pastinya mudah sekali memberikan definisi dengan kata-kata tentang kesetiaan

Tapi, sulit sekali untuk merealisasikannya dalam hidup ini



Mungkin 1/1000  orang yang bisa membuktikan kesetiaan,
Terutama pada pasangan atau kekasihnya


Namun, ada sebuah kisah inspirasi hati


Kisah yang membuktikan tentang arti sebenarnya dari sebuah kesetiaaan




**z@g**




Kisah inspirasi hati tentang kesetiaan ini berasal dari seorang lelaki paruh baya bernama Pak Suyatno


Usianya sudah 58 tahun

Ia menikah dengan seorang wanita yang sangat dicintainya


Meski usia pernikahannya sudah mencapai 32 tahun,
Tapi cita dan kasih sayang Pak Suyatno terhadap istrinya tidak pernah pudar sedikit pun

Bahkan ia semakin mencintai istrinya hingga akhir hayat


Kesetiaan cinta Pak Suyatno sungguh luar biasa

Kisah inspirasi hati ini harusnya bisa menjadi renungan bagi setiap pasangan dan suami-istri dimana pun


Kesetiaan Pak Suyatno terbukti saat ujian dalam hidupnya datang


Istrinya sakit parah setelah melahirkan 4 orang anak


Kakinya tiba-tiba lumpuh dan tidak bisa digerakan sama sekali


Kondisi ini terjadi selama 2 tahun


Hingga menginjak tahun ke tiga kondisinya makin parah


Kondisi tubuh istrinya terlihat makin lemah bahkan nampak tidak bertulang,
lidahnya juga sudah tidak bisa digerakan lagi


Istrinya kini bisu dan lumpuh total

Namun, kondisi istrinya itu sama sekali tidak mengurangi rasa cinta Pak Suyatno


Inspirasi hati dapat Anda rasakan dalam cerita ini



Kekurangan yang dimiliki oleh istrinya sama sekali tidak mengurangi rasa sayang Pak Suyatno


Ia justru membuktikan kasih sayangnya kepada istrinya dengan merawatnya sepenuh hati



Hari-hari dilalui Pak Suyatno dengan memberikan perhatian penuh kepada istrinya yang sedang sakit


Ia memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan membopong istrinya ke atas tempat tidur


Hal ini ia lakukan setiap hari


Pak Suyatno memberikan inspirasi hati bagi siapapun yang mengetahui cerita cintanya


Sebelum berangkat kerja,
Pak Suyatno meletakan istrinya di depan TV agar ia tidak merasa kesepian


Pak Suyatno bahagia, karena walaupun istrinya sudah tidak bicara,
Namun ia masih bisa tersenyum


Senyum yang nampak dari bibir istrinya merupakan hadiah yang sangat berharga bagi Pak Suyatno


Senyum dari bibir istrinya adalah sumber dari kisah inspirasi hati yang diciptakan oleh Pak Suyatno


Jika siang datang,
Pak Suyatno meninggalkan pekerjaannya sejenak

Ia pulang ke rumah untuk menyuapi istrinya makan siang


Ia datang untuk menemui inspirasi hati satu-satunya yang ia miliki


Untungnya jarak antara rumah dan tempat ia bekerja tidak terlalu jauh


Jadi, ia bisa dengan cepat pulang ke rumah dan pergi lagi ke tempat ia bekerja


Sore pun tiba,
Pak Suyatno bergegas untuk pulang demi istrinya


Pada sore hari,
ia harus memandikan istrinya

Kemudian, ia juga menggantikan pakaian istrinya


Setelah magrib, ia membawa istrinya untuk nonton TV bersama-sama

Sambil menonton TV,
Pak Suyatno menceritakan semu yang dialami seharian


Istrinya hanya bisa memandang tanpa bisa menanggapi

Tapi Pak Suyatno terus bercerita demi membahagiakan istrinya




Betapa rasa cinta yang dimiliki Pak Suyatno memberikan inspirasi hati bagi kita semua


Rutinitas itu ia lakukan bukan sebulan dua bulan

Ia adalah inspirasi hati pak Suyatno yang sudah tidak berdaya selama 25 tahun lebih

Tapi, semua itu ia lakukan dengan tulus dan penuh kesabaran


Sambil merawat istri tercintanya,
Pak Suyatno juga harus berjuang membesarkan ke 4 anak-anaknya


Kini anak-anaknya itu telah dewasa,
Sedangkan si bungsu masih kuliah


Suatu hari anak-anak Pak Suyatno yang sudah menikah datang mengunjunginya


Mereka merasa sangat iba melihat ketulusan dan pengorbanan Pak Suyatno


Dengan hati-hati, anak-anaknya itu menawarkan agar sang ibu dirawat oleh mereka

Namun Pak Suyatno menolak


Dia ingin merawat istrinya sendirian


Anak-anaknya juga menawarkan agar Pak Suyatno menikah lagi


"Pak, jika tak keberatan, kami ingin bapak menikah lagi,
Kami rasa ibu juga mengizinkan !
Kami ingin Bapak menikmati masa tua,
Sedangkan ibu biar kami yang merawatnya"

Ucap anaknya yang paling sulung


Namun jawab Pak Suyatno sungguh tidak terduga

Pak Suyatno berkata,
"Anak-anakku, jikalau pernikahan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu belaka, mungkin aku sudah menikah lagi,
Namun kalian harus tahu bahwa dengan hadirnya ibu kalian di sampingku, itu sudah lebih dari cukup"



Ucapan Pak Suyatno rasanya cukup memberikan kita pelajaran tentang arti cinta sesungguhnya

Bahwa kisah inspirasi hati tentang cinta bisa datang dari seorang yang renta


Pak Suyatno kemudian melanjutkan kata-katanya,


"Coba kalian tanyakan kepada ibu kalian,
Apakah dia menginginkan keadaannya seperti ini
Jika kalian menginginkan bapak bahagia,
Tapi bagaimana mungkin batinku bisa bahagia dg meninggalkan ibu kalian dalam kondisi seperti ini"



Kata-kata Pak Suyatno lagi-lagi mengajarkan kita tentang ketulusan

Tentang kisah inspirasi hati yang abadi


"Kalian berharap Bapak yang masih diberi kesehatan oleh Tuhan dirawat oleh orang lain, tapi bagaimana dg ibu kalian yang sedang sakit ini?"


Jawaban Pak Suyatno menyentuh hati anak-anaknya


Mereka tidak tahan, hingga akhirnya meledaknya tangis mereka


Begitu pun dengan istrinya, tampak buliran-buliran air mata keluar dari pelupuk matanya


Kisah inspirasi hati yang dimiliki oleh Pak Suyatno membawanya ke sebuah acara di TV swasta


Pak Suyatno menjadi narasumber sebuah acara semacam talkshow


Seorang pembawa acara mengajukan pertanyaan

"Kenapa Pak Suyatno sanggup bertahan selama 25 tahun merawat istrinya yang sudah tidak berdaya !"


Pak Suyatno menangis saat ingin menjawab pertanyaan tersebut


Begitu pun penonton di studio yang kebanyakan wanita, tidak sanggup menahan haru


Pak Suyatno kemudian bercerita, mengajarkan kembali pelajaran dari kisah inspirasi hati yang dimilikinya



"Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta di dalam pernikahan, tapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran dan perhatian untuk keluarganya adalah kesia-siaan"


"Saya telah memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya,
Sewaktu dia sehat ... Ia dengan sabar merawat saya, mencintai saya dan memberi saya 4 orang anak yang lucu-lucu

Kini, dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama

Inilah ujian bagi saya,
Mungkinkah saya sanggup memegang komitmen untuk tetap mencintainya apa adanya ?

Seandainya sehat pun belum tentu saya mencari penggantinya,
Apalagi jika dia sakit"


Dibalut dengan kisah inspirasi hati, Pak Suyatno mengakhiri acara TV tersebut dengan haru, dengan pelajaran tentang kasih sayang tulus




Setiap malam saya bersujud dan menangis

Saya hanya dapat bercerita kepada Allah diatas sajadah,
Dan saya yakin ... hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya,
BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI,
SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH


Sahabatku!

Apakah cinta kita sebesar ini terhadap pasangan kita?

Mengapa janji-janji manis, rayuan hangat yang dulu diutarakan untuk mendapatkan hatinya,
Sekarang hanya memuai begitu saja?

Bagaimana sikap terkasih kita apabila pasangan yang dulu kita pandang sangat sempurna,
Namun sekarang sudah memudar diusianya?

Ukurlah besar cinta Anda terhadap pasangan Anda sekarang juga !

Apakah semakin bertambah atau berkurang?


Cintailah ia dengan sungguh-sungguh,
Sebagaimana dulunya ia menerima Anda dengan apa adanya :)






***
Referensi :
Kamis, 24 November 2011
http://rdini.blogspot.com/2011/11/mencintai-tanpa-syarat.html?m=1
*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar