Minggu, 28 April 2013

C.I.N.T.A





¤¤¤ |*  C.I.N.T.A  *|¤¤¤



Cinta itu …
Mensucikan akal …
Mengenyahkan kekhawatiran …
Memunculkan keberanian …
Mendorong berpenampilan rapi …
Membangkitkan selera makan …
Menjaga akhlak mulia …
Membangkitkan semangat …
Mengenakan wewangian …
Memperhatikan pergaulan yang baik …
Serta menjaga adab dan kepribadian …


Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh
Dan cobaan bagi ahli ibadah


Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam bukunya Raudah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin memberikan komentar mengenai pengaruh cinta dalam kehidupan seseorang


Bila seorang kekasih telah singgah di hati
Pikiran akan terpaut pada cahaya wajahnya

Jiwa akan menjadi besi dan kekasihnya adalah magnit


Rasanya selalu ingin bertemu meski sekejab


Memandang sekilas bayangan sang kekasih membuat jiwa ini seakan terbang menuju langit ke tujuh dan bertemu dengan jiwanya



Indahnya cinta terjadi saat seorang kekasih secara samar menatap bayangan orang yang dikasihi


Bayangan indah itu laksana air yang menyirami, menyegarkan, menyuburkan pepohonan taman di jiwa




***


Dahulu di kota Kufah,
Tinggallah seorang pemuda tampan yang tekun dan rajin beribadat
Dia termasuk salah seorang yang dikenal sebagai ahli zuhud


Suatu hari dalam pengembaraannya
Pemuda itu melewati sebuah perkampungan yang banyak dihuni oleh kaum An-Nakhà


Demi melepaskan penat dan lelah setelah berhari-hari berjalan
Maka singgahlah dia di kampung tersebut

Di persinggahan, si pemuda banyak bersilaturahim dengan kaum muslimin


Di tengah kekhusyùannya bersilaturahim itulah, dia bertemu dengan seorang gadis yang cantik jelita

Sepasang mata bertemu, seakan saling menyapa, saling bicara


Walau tak ada gerak lidah!
Tak ada kata-kata!

Mereka berbicara dengan bahasa jiwa

Karena bahasa jiwa jauh lebih jujur, tulus dan apa adanya


Cinta yang tak terucap jauh lebih berharga daripada cinta yang hanya ada di ujung lidah

Maka jalinan cintapun tersambung erat dan membuhul kuat


Begitulah sejak melihatnya pertama kali,
Dia pun jatuh hati dan tergila-gila

Sebagai anak muda
Tentu dia berharap cintanya itu tak bertepuk sebelah tangan

Namun begitulah ternyata gayung bersambut


Cintanya tidak berada di alam khayal
Tapi mejelma menjadi kenyataan


Benih-benih cinta itu bagai anak panah melesat dari busurnya


Pada pertemuan yang tersamar
Pertemuan yang berlangsung sangat sekejab
Pertemuan yang selalu terhalang oleh hijab


Demikian pula si gadis merasakan hal serupa

Sejak melihat pemuda itu pada kali pertama


Begitulah cinta
Ketika ia bersemi dalam hati
Terkembang dalam kata
Terurai dalam perbuatan


Ketika hanya berhenti dalam hati
Itulah cinta yang lemah dan tidak berdaya


Ketika hanya berhenti dalam kata
Itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata


Ketika cinta sudah terurai jadi perbuatan
Cinta itu sempurna seperti pohon

Akarnya terhujam dalam hati
Batangnya tertegak dalam kata
Buahnya menjumbai dalam perbuatan


Persis seperti iman
Terpatri dalam hati
Terucap dalam lisan
Dan dibuktikan oleh amal


Semakin dalam makna cinta direnungi
Maka semakin besar fakta ini ditemukan


Cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat
Bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas

Karena cinta adalah keinginan
Baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat, sepanjang kebersamaan


Begitupun dengan si pemuda
Dia berpikir cintanya harus terselamatkan!

Agar tidak jadi liar
Agar selalu ada dalam keabadian

Ada dalam bingkai syariàtnya

Akhirnya diapun mengutus seseorang untuk meminang gadis pujaannya itu

Akan tetapi keinginan tidak selalu seiring sejalan dengan takdir Allah

Ternyata gadis tersebut telah dipertunangkan dengan putera bapak saudaranya

Mendengar keterangan ayah si gadis itu
Pupus sudah harapan si pemuda untuk menyemai cintanya dalam keutuhan syariàt

Gadis yang telah dipinang tidak boleh dipinang lagi

Tidak ada jalan lain
Tidak ada jalan belakang
Samping kiri
Atau samping kanan


Mereka sadar betul bahwa jalinan asmaranya harus diakhiri

Karena kalau tidak, justru akan merusak Anugerah Allah yang terindah ini


Bayangkan, bila dua kekasih bertemu dan masing-masing silau serta mabuk oleh cahaya yang terpancar dari orang yang dikasihi

Ia akan melupakan harga dirinya

Ia akan melepas baju kemanusiaannya dengan menabrak tabu

Dan, sekali bunga dipetik
Ia akan layu dan akhirnya mati

Dipijak orang karena sudah tak berguna


Jalan belakang "back street" tak ubahnya seperti anak kecil yang merusak mainannya sendiri


Penyesalan pasti akan datang belakangan

Menangispun tak berguna
Menyesal tak mengubah keadaan
Badan hancur jiwa binasa


Cinta si gadis cantik dengan pemuda tampan masih menggelora


Mereka seakan menahan beban cinta yang sangat berat


Si gadis berpikir barangkali masih ada celah untuk bisa diikhtiarkan
maka rencanapun disusun dengan segala kemungkinan terpahit

Maka si gadis mengutus seorang hambanya untuk menyampaikan sepucuk surat kepada pemuda tambatan hatinya

 Aku tahu, betapa engkau sangat mencintaiku dan karenanya betapa besar penderitaanku terhadap dirimu sekalipun cintaku tetap untukmu

 Seandainya engkau berkenan, Aku akan datang berkunjung ke rumahmu atau Aku akan memberikan kemudahan kepadamu bila engkau mau datang ke rumahku


Setelah membaca isi surat itu dengan seksama
Si pemuda tampan itu pun berpesan kepada kurir pembawa surat wanita pujaan hatinya itu


"Kedua tawaran itu tidak ada satu pun yang kupilih!
Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar, bila aku sampai durhaka kepada Tuhanku
Aku juga takut akan neraka yang api dan jilatannya tidak pernah surut dan padam"


Pulanglah kurir kekasihnya itu dan dia pun menyampaikan segala yang disampaikan oleh pemuda tadi


Tawaran ketemuan?
Dua orang kekasih?
Sungguh sebuah tawaran yang memancarkan harapan
membersitkan kenangan, menerbitkan keberanian
Namun bila cinta dirampas oleh gelora nafsu rendah, keindahannya akan lenyap seketika
Dan berubah menjadi naga yang memuntahkan api dan menghancurkan harga diri kita


Sungguh heran bila saat ini orang suka menjadi korban dari amukan api yang meluluh lantakkan harga dirinya, dari pada merasakan keindahan cintanya


"Sungguh selama ini aku belum pernah menemukan seorang yang zuhud dan selalu takut kepadaAllah SWT seperti dia
Demi Allah, tidak seorang pun yang layak menyandang gelar yang mulia kecuali dia
Sementara hampir kebanyakan orang berada dalam kemunafikan"


Si gadis berbangga dengan kesalehan kekasihnya


Setelah berkata demikian,
Gadis itu merasa tidak perlu lagi kehadiran orang lain dalam hidupnya



Pada diri pemuda itu telah ditemukan seluruh keutuhan cintanya
Maka jalan terbaik setelah ini adalah mengekalkan diri kepada Sang Pemilik Cinta

Lalu diapun meninggalkan segala urusan duniawinya serta membuang jauh-jauh segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia

Memakai pakaian dari tenunan kasar dan sejak itu dia tekun beribadat
Sementara hatinya merana
Badannya juga kurus oleh beban cintanya yang besar kepada pemuda yang dicintainya


Bila kerinduan kepada kekasih telah membuncah
Dan dada tak sanggup lagi menahahan kehausan untuk bersua

Maka saat malam tiba
Saat manusia terlelap
Saat bumi menjadi lengang, diapun berwudlu


Shalatlah dia dikegelapan gulita
Lalu menengadahkan tangan
Memohon bantuan Sang Maha Pencipta agar melalui kekuasaa-Nya yang tak terbatas dan dapat menjangkau ke semua wilayah yang tak dapat tersentuh manusia,
Menyampaikan segala perasaan hatinya pada kekasih hatinya


Dia berdoa karena rindu yang sudah tak tertanggungkan
Dia menangis seolah-olah saat itu dia sedang berbicara dengan kekasihnya


Dan saat tertidur, kekasihnya hadir dalam mimpinya

Berbicara dan menjawab segala keluh-kesah hatinya


Dan kerinduannya yang mendalam itu menyelimuti sepanjang hidupnya,
Hingga akhirnya Allah memanggil ke haribaan-Nya


Gadis itu wafat dengan membawa serta cintanya yang suci

Yang selalu dijaganya dari belitan nafsu syaithoni


Jasad si gadis boleh terbujur dalam kubur
Tapi cinta si pemuda masih tetap hidup subur


Namanya masih disebut dalam doa-doanya yang panjang

Bahkan makamnya tak pernah sepi diziarahi



Cinta memang indah
Bagai pelangi yang menyihir kesadaran manusia


Demikian pula
cinta juga sangat perkasa

Ia akan menjadi benteng, yang menghalau segala dorongan yang hendak merusak keindahan cinta yang bersemayam dalam jiwa


Ia akan menjadi penghubung antara dua anak manusia yang terpisah oleh jarak bahkan oleh dua dimensi yang berbeda



Pada suatu malam
Saat kaki tak lagi dapat menyanggah tubuhnya
Saat kedua mata tak kuasa lagi menahan kantuknya
Saat salam mengakhiri qiyamullailnya
Saat itulah dia tertidur


Sang pemuda bermimpi seakan-akan melihat kekasihnya dalam keadaan yang sangat menyenangkan


“Bagaimana keadaanmu dan apa yang kau dapatkan setelah berpisah denganku?”
Tanya Pemuda itu di alam mimpinya


Gadis kekasihnya itu menjawab dengan menyenandungkan untaian syair


Kasih ...
Cinta yang terindah adalah mencintaimu
Sebuah cinta yang membawa kepada kebajikan

Cinta yang indah hingga angin syurga berasa malu
Burung syurga menjauh
Dan malaikat menutup pintu


Mendengar penuturan kekasihnya itu
Pemuda tersebut lalu bertanya kepadanya

“Dimana engkau berada?”


Kekasihnya menjawab dengan melantunkan syair


Aku berada dalam kenikmatan dalam kehidupan yang tiada mungkin berakhir berada dalam syurga abadi yang dijaga oleh para malaikat yang tidak mungkin binasa yang akan menunggu kedatanganmu
Wahai kekasih ...
“Di sana aku bermohon agar engkau selalu mengingatku dan sebaliknya aku pun tidak dapat melupakanmu!”


Pemuda itu mencoba merespon syair kekasihnya


“Dan demi Allah, aku juga tidak akan melupakan dirimu
Sungguh, aku telah memohon untukmu kepada Tuhanku juga Tuhanmu dg kesungguhan hati,
Hingga Allah berkenan memberikan pertolongan kepadaku!”
jawab si gadis kekasihnya itu



“Bilakah aku dapat melihatmu kembali?”
Tanya si pemuda menegaskan


“Tak lama lagi engkau akan datang menyusulku kemari”
Jawab kekasihnya




Tujuh hari sejak pemuda itu bermimpi bertemu dengan kekasihnya

Akhirnya Allah mewafatkan dirinya …..
Innalillahi wainna ilaihi raaji’un …


Allah mempertemukan cinta keduanya di alam baqa

Walau tak sempat menghadirkan romantismenya di dunia


Allah mencurahkan kasih sayang-Nya kepada mereka berdua menjadi pengantin syurga

Subhanallaah!


Cinta memiliki kekuatan yang luar biasa

Pantaslah kalau cinta membutuhkan aturan

Tidak lain dan tidak bukan,
Agar cinta itu tidak berubah menjadi cinta yang membabi buta yang dapat menjerumuskan manusia pada kehidupan hewani dan penuh kenistaan


Bila cinta dijaga kesuciannya
Manusia akan selamat


Para pasangan yang saling mencintai tidak hanya akan dapat bertemu dengan kekasih yang dapat memupus kerinduan
Tapi juga mendapatkan ketenangan, kasih sayang, cinta dan keridhaan dari dzat yang menciptakan cinta yaitu Allah SWT


Di negeri yang fana ini atau di negeri yang abadi nanti



“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah, Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, Supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, Dan dijadikanNya diantara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”
(Qs. Ar-Ruum : 21)




Semoga Bermanfaat




♥♥♥Referensi :
Selasa | 15 Desember 2009
Oleh : Rajà bin Umar An-Nakhaì
http://uswahasan.wordpress.com/2009/12/15/cinta/#more-260

*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar